Sunggguh sangat memilukan, memalukan, mengilukan, melukakan apa yang menjadi keputusan sang zionisme yang sangat "sangar" sangat "hewani" terhadap manusia yang hanya menginginkan kedamaian dan ulayatnya kembali. Mereka sepantasnya dibilang "binatang buas" yang sedang menguliti, mencabik-cabik, memburu dengan membabi buta tanpa ada belas kasihan. Sungguh itu adalah perbuatan yang tak dapat dimaafkan dan harus dibalaskan apa yang telah dilakukannya, darahnya itu sudah halal ditumpahkan. Lebih dari itulah yang seharusnya dilontarkan dan dilakukan ke kaum zionis Israel.
Sejarah Singkat Zionisme
Zionisme adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.
Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya "Der Judenstaat" (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini.
Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember 1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.
(Sumber : www.wikipedia.org/wiki/Zionisme)
Apa yang mereka lakukan hanyalah sebuah penghapusan kelompok manusia dari rumahnya sendiri. Zionis Israel tidak lebih dari seorang tamu yang mengusir dan membunuh sang tuan rumah yang telah memberikannya izin untuk tinggal menetap dirumahnya. Bagi "dia" tak cukup kalau tidak bisa mengusir sang "tuan rumah" dari rumah yang telah ditumpanginya itu bahkan harus membunuhnya dengan sangat kejam tanpa pertimbangan kemanusiaan. Bukti itu bisa dilihat dari peta penguasaan Israel terhadap ulayat Palestina sebagai berikut :

Perkembangan penguasaan ulayat Palestina oleh Israel (dari kanan ke kiri) sejak hadirnya kaum zionis Israel dari tahun 40-an sampai dengan sekarang ; yang berwarna putih adalah daerah Palestina dan hijau adalah daerah kekuasaan yang berhasil dirampas oleh zionis Israel.
Dan lihatlah korban kekejian yang telah dilakukan sang zionis tanpa pri kemanusiaan itu, tidak hanya orangtua dan wanita yang tak berdosa yang menjadi korban kebiadabannya, bahkan sekumpulan anak-anak dan bayi yang tak mengerti apa-apa, pun menjadi tujuan kebringasannya. Lebih dari sebuah "geno side" apa yang telah mereka lakukan itu.
Genjatan senjata, resolusi DK PBB, seruan internasional dari berbagai elemen agama dan organisasi untuk penghentian kekerasan yang dilakukan sang zionis ini sudah berulang kali berkumandang, namun sesering itu jugalah mereka menghinanya, menganggapnya omong kosong belaka. Perlakuan ini sebenarnya tidak lepas dari dukungan sang pemerintahan kutu busuk AS, atas dasar dukungan tersebut pula lah Israel berkepala batu untuk tetap menggencarkan serangannya terhadap Palestina. Dukungan yang diberikan AS pun tidak hanya cukup melalui pembelaan politik saja atau hak vetonya dalam PBB, lebih dari itu, bahkan AS juga mensponsori persenjataan untuk mendukung agresi Israel terhadap Palestina. Namun, dari semua hal tersebut diatas, permasalahan pokok yang paling mendalam adalah apa motif Israel dalam agresi intensifnya terhadap Palestina? Dan mungkin satu lagi adalah, kenapa AS sangat agresif sekali mendukung Israel dalam pembantaian ini?Kapankah warga Palestina merasa aman di ulayat sendiri? Itu tergantung hati nurani kaum manusia yang bernegara didunia ini, terlebih oleh sang Zionis yang kejam itu.
(sakti/red)
(sakti/red)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar